Hari-hari itu ku termenung, merenungi saat-saat ku kehilangan ingatan, siapa aku? Tak pernah ku dapati masa sesulit ini. Membangunnyaa ku tak kokoh, penuh rasa takut akan roboh. Mempertahankannya ku tertatih, berusaha menghapus titik-titik hitam ditengah putih. Aku tak pernah berpikir akan ada dimasa seperti ini. Dimana aku kehilangan pijakan, sulit untuk menaiki tanjakan, yang ada justru aku terbuai oleh banyak ajakan.
Aku ingin menjadi manusia lebih tinggi, yang secara dinamis berjuang untuk satu tempat paling suci. Aku tak pernah berpikir semua akan mudah, tetapi aku juga tak menginginkan semua sulit seperti ini. Entah apa yang harus aku lakukan. Aku bingung teramat bingung. Ingin melakukan yang benar tetapi aku merasa kerdil, merasa hina dina, seperti tak pernah lagi mempunyai kebaikan. Semua pilihan membuat muak, adanya sebuah pilihan membuat kebenaran tak nampak. Pilihan memang mutlak tetapi membuat pilihan itu menjadi sebuah pilihan itu pilihan !!!!! Kadang aku merasa bahwa semua salah keadaan, tetapi aku sadar aku tak boleh serta-merta menyalahkan keadaan. Karena pengontrol keadaan adalah diri ini.
Hidup memang full of struggle. Tentang sebuah perjuangan, perjuangan ini lebih dari sekedar perjuangan tentang kehidupan. Sesaat, hitam putihnya kehidupan terlihat begitu kontras dan nyata. Tetapi sesaat hitam putih itu melebur menjadi satu, hambur, kabur, entah menjadi apa.
Hujan deras yang turun akan membasahi bumi, ketika itu kehangatan hanya akan ada didalam sebuah rumah. Tetapi manakah yang paling deras dari tempat turunnya air? tepat dibawah perbatasan antara hujan dan rumah. Itulah yang paling basah... Keadaan inikah yang sedang aku alami? keadaan dimana aku sadang berdiri tepat diperbatasan hujan dan rumah? berdiri ditempat yang paling basah dari semua yang basah karena hujan. Bukan ditengah hujan turun dan bukan juga didalam rumah yang hangat.
Jika menaiki tanjakan itu sulit, aku akan memilih diam untuk sejenak, bukan terperosok menuruni hal yang berbelit. hmmm, aku sadar semua mempunyai siklus. Menuju tempat itu tak selalu mulus. Ajakan sesat akan terus datang menstimulus. Yang kubutuhkan hanya hati tulus.
Ini semua memang mungkin karena niat yang jauh dari lurus :"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar