"Hidup ini bukan tentang bagaimana manusia ada, tapi hidup ini tentang bagaimana manusia menjadi"
aku tidak mau menjadi lilin diantara lilin karena itu hanya akan menjadi lelehan..
memang cahayanya menerangkan lebih, tapi aku tak mau cahayaku tidak menjadi lebih berarti...
yang aku mau, aku menjadi lilin diantara gelap...
setidaknya aku akan menjadi satu-satunya penerang disana, dan aku akan menjadi begitu berarti.
namun, lilin ini belum mendapatkan pematik apinya...
sebenarnya sang lilin ingin sekali menerangi gelap saat ini, tapi gelap juga tak dapat berbuat apa-apa sampai ada sesuatu yang menyalakan lilin.
LILIN amat sangat menjadi berarati, lilin ingin menjadi penerang kegelapan.
lilin ingin semua menjadi bewarna karena cahayanya...
tetapi apa daya, lilin tak dapat menemukan seseorang yang membawa pematik api, yang dapat membuatnya berarti.
sesungguhnya lilin benar-benar mempunyai tekad, ia sadar bahwa dirinya harus menjadi bermanfaat...
ia sadar bahwa hidup ini bukan hanya tentang dirinya saja... ia sadar bahwa dirinya akan bermanfaat jika ada diri lain yang mengangaap dirinya berguna.
lilin juga mempunyai pikiran bahwa bahagianya dia adalah kebahagiaan orang lain yang merasa bahagia atas dirinya...
wahai lilin niatmu begitu tulus, tekadmu begitu indah, dan harapanmu begitu mulia... tetaplah menjadi lilin diantara gelap... biarlah jika tak ada orang yang mematik pematik apinya, yang jelas kamu harus tetap menjadi satu-satunya penerang gelap. jika kau tak bisa menjadi penerang tak apa biarkan kau mencair karena panas alam dan mengeras karena dinginnya malam...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar